Desember 2010, saya berangkat dari Jakarta menuju Kupang-NTT menggunakan pesawat salah satu maskapai penerbangan swasta. Aktivitas Bandara Soetta telah padat dengan penumpang dan pengantar/ penjemput, termasuk para pekerja dan crew.
Suara merdu wanita di seberang call-operator, terdengar mengumumkan nomor penerbangan pesawat yang akan saya tumpangi. Setelah memastikan bagasi dan tiket, saya pun check-in. Antrian panjang penumpang jelang akhir tahun, mendesak langkah untuk mengisi bangku kosong di ruang tunggu sesudah pass boarding.